Manusia hidup di dunia bukan dengan sendirinya begitu juga dengan berbagai mahluk hidup yang ada di dunia ini, Setiap mahluk di dunia ini pasti ada penciptanya dalam islam Tuhan itu adalah Allah. Dialah yang menciptakan seisi dunia ini ,Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
Sebenarnya apa hakikat manusia hidup di dunia ini, apakah untuk bermain – main , bersenang – senang atau yang lainnya . Dalam Al- Qur’an sudah di jelaskan bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di dunia ini, dan pada dasarnya manusia hidup berdampingan dengan mahluk hidup di sekelilingnya sehingga antara manusia dan mahluk hidup bersama mempertahankan ekosistem, dan ketika ekosistem yang ada tergoyahkan atau ada yang tidak seimbang maka contoh jelas yang kita rasakan di Indonesia yaitu adanya wabah ulat bulu, serangga tomcat dan masih banyak lagi, inilah pertanda bahwa manusia dan lingkungan di sekitarnya harus seimbang, karena sesuatu yang berlebih tidaklah menguntungkan. Manusia hidup di dunia pasti akan dipintai pertanggung jawaban atas apa yang dikerjakan di dunia sama seperti pemimpin – pemimpin yang ada , ia akan dipintai pertanggung jawaban atas apa yang dikerjakannya.
Dengan demikian kedudukan manusia di dunia sangat besar , karena manusia diberikan akal pikiran sedangkan mahluk hidup yang lain tidak, setiap tindakan manusia berpengaruh atas apa yang akan terjadi pada dirinya maupun untuk sekitarnya, sudah sepantasnya manusia yang diberikan akal pikiran oleh Allah dapat menggunakan akal pikirannya dengan bijak , dimana tindakan yang dipilihnya dapat menguntungkan banyak pihak dan bukan untuk dirinya sendiri, begitu juga dengan berbagai eksploitasi yang ada sebaiknya dihentikan karena akan merusak ekosistem alam, dan tentunya akibat dari perbuatan itu akan kita dapat sendiri, ibaratnya adalah sesuatu yang kita tanam akan kita dapatkan serupa dikemudian harinya.